Suciwan Persamuan Kolam Teratai
(Bagian 4)
20 hari sebelum wafat, Master Hai Xian memberitahu
murid-muridnya : “Saya tidak bisa melewati tahun ini lagi”. Namun tidak ada yang menanggapi serius ucapan
Master, oleh karena melihat guru masih sehat dan kuat, mana mungkin bilang
pergi langsung pergi?
Beberapa hari kemudian, Master menuju ke Vihara
Gufeng di Kota kecil Pingshi, Kabupaten Tongbai, untuk mengunjungi sahabat lamanya
yakni Master Yan Qiang yang dijuluki "Bhiksu Kaki Besi".
Di tengah
perjalanan, Master Hai Xian berkata pada Upasaka Wang Chun-sheng yang
mendampinginya : “Saya akan segera pergi, Buddha Amitabha telah memanggilku
pergi bersamaNya”.
Setelah
meninggalkan Vihara Gufeng, Master Hai Xian menuju vihara tempat beliau
ditahbiskan dan vihara yang pernah
didiami, masing-masing dipandangnya sejenak, lalu berkata pada murid-muridnya :
“Selanjutnya saya tidak datang lagi”. Para murid melihat tubuh guru masih sehat
dan kuat, jadi tidak banyak pikir.
Sehari sebelum
wafat, sore harinya, Master Hai Xian masih bersama murid-muridnya bercocok
tanam, bekerja sampai malam hari, semua orang menasehatinya agar istirahat. Master
bilang : “Saya harus menyelesaikan pekerjaan ini, selanjutnya saya tidak
bekerja lagi”.
“Hati memiliki
KeBodhian, buat apa saat darurat memeluk kaki Buddha, tubuh tiada timbul niat duniawi, dengan sendirinya
Alam Sukhavati ada di lubuk hati”. Saat itu barulah semua orang merenungkan
kembali, ternyata Master Hai Xian mengetahui terlebih dulu waktunya terlahir ke
Alam Sukhavati, lalu pamit dengan semua orang.
海会圣贤
(四)
海贤老和尚往生的二十天前,就告诉寺内几位弟子说:「我过不去这个年了。」大家都不以为然,因为眼见师父身体极其康健,并无半点异常,哪能说走就走呢?几日后,老和尚到桐柏县平氏镇的孤峰寺看望他共修多年的老朋友「铁脚僧」上演下强法师。路上,老和尚拉著陪他同去的老护法王春生居士的手说:「我很快要走了,老佛爷喊我去了。」春生老居士不愿听到师父说这样的话,便拦住了话头,不许老和尚继续讲下去。离开孤峰寺之后,老和尚又到他出家剃度时的寺院和曾经常住修行过的寺院各自看了一番,对弟子们都说:「以后我不再来了。」众弟子皆是看到师父身体尚好,并未多想。
老和尚往生的前一天下午,还和弟子们一起在寺院门前翻整菜地,一直干到天黑,大伙劝他休息,他说:「干完了,以后就不再干了。」
「胸有菩提何必临时抱佛脚,身无俗念自然极乐在心头。」大家于事后细细回想,原来老和尚是早已预知时至,在向大家告别呀!